Friday, December 11, 2015

KELUH KESAH ORANG YANG DIJADIKAN TEMPAT CURHAT

Pertama kalinya kurang lebih empat tahun lalu wanita itu datang dan berbagi cerita denganku tentang seorang pria. Kadang ia menceritakannya dengan wajah tersipu namun beberapa minggu kemudian ia datang kepadaku lagi dengan penuh air mata dan kalimat "Aku benci dia!". Peristiwa itu selalu berselang seling terulang hingga detik ini.


"Wanita ini agak menyebalkan." pikirku. Kalau dia selalu ribut dengan orang yang ia suka, kenapa tidak cari yang lain saja? "Hei, Mbak! laki-laki di dunia ini masih banyak!" Ingin rasanya aku tidak mempedulikan karena aku bosan, tapi aku memilih untuk mencoba sabar mendengarkan setiap curahan hatinya.


Kali ini dia bercerita dengan nada sangat ceria. "Kamu tau ngga? tadi waktu aku ketemu dia di sekre, dia menggoda aku lagi! itu artinya dia masih suka sama aku! kyaaa!" ujarnya sambil memeluk bantal yang ada dalam dekapannya erat-erat.
"Huft. Ya? Terus?" tanyaku dalam hati. "Tapi, Mbak jangan terlalu senang dulu. Dia dan Mbak kan sudah putus tiga tahun yang lalu. Ya... sekarang Mbak harus pandai-pandai baca situasi, maksudnya dia berbuat begitu sama Mbak itu apa." aku mencoba menenangkan emosinya. Aku tahu Mbak ini perasaannya tidak berubah pada laki-laki itu sejak mereka pacaran sewaktu tingkat pertama kuliah.




"Tapi, Rin! dia ngga cuma sekali seperti itu. Sudah kurang lebih 2 minggu terakhir ini, Rin! 2 minggu!" dia mengacung-acungkan jari tengah dan jari telunjuknya di depan wajahku. "Aduuuh aku jadi senang! doaku terkabul!"


"Emangnya Mbak berdoa apa?"


"Aku berdoa supaya Tuhan kasih kesempatan dia suka lagi sama aku. Saat kesempatan itu tiba, aku janji ngga akan ngecewain dia lagi. Ehehehe."



"Oooh. Emang dia ngegodainnya seperti apa, Mbak? Siapa tahu Mbak yang ke geer-an saking pengennya balik sama dia. Hahaha."


"Jadi waktu itu kan aku lagi di sekre. Di dalam situ juga ada dia dan dua orang temannya. Dia minta temannya merekam dia dengan video handphone waktu dia sedang main gitar. Tapi rupanya rekaman itu gagal terus soalnya dia selalu salah main gitarnya. Sepanjang dia direkam, aku curi-curi memperhatikan dia sambil tertawa kecil. Rupanya dia sadar kalau aku perhatikan, sehingga dia grogi dan rekamannya gagal terus. Kemudian tahu ngga dia bilang apa sama aku?"


"Apa, Mbak?"


"Dia bilang: 'Kamu sih ngetawain aku, aku jadi ngga konsen...' Dia bilang begitu sambil senyum-senyum tersipu malu.. Aaaa.. lucu bangeet!!" Mbak itu membenamkan wajahnya pada bantal.
"Oooh.." kali ini aku yang tidak kuat memperhatikan reaksi mbak itu. Senang betul dia rupanya.


"Terus terus terus ada lagi, Rin!" sambungnya segera dengan penuh semangat.



"Apa, Mbak?"



"Waktu itu kan aku lagi deadline kerjaan. Rencananya aku mau ketemu klien yang pesen di kampus. Tapi kerjaanku itu belum selesai, jadi aku menyelesaikannya di sekre. Saat itu di sekre lagi banyak orang. Mereka memperhatikan kerjaan aku sambil banyak tanya. Terus ternyata dia ngebelain aku, Rin supaya aku tenang ngerjainnya."


"Emangnya dia bilang apa, Mbak?"



"Dia bilang gini: 'Eh! jangan ganggu dia! Dia lagi deadline kerjaannya!' Dia terus ngebelain aku sampai ada adik kelas yang bilang ke dia: 'Abang lagi ngoding ya? hahaha' terus dia tersipu-sipu malu lagiii.. kyaaa!!"


"Oooh.. Iya juga ya. Kayaknya abang itu suka lagi deh sama mbak ini." pikirku menyimpulkan.


"Sebenernya masih banyak lagi kejadiannya yang bikin aku... hmmmmh...malu aku menceritakannya..!!" kali ini mbak itu memukul-mukul bantal yang tadi dia peluk.



"Creepy. Cinta bikin orang creepy" batinku.



"Hhhh.. aku sampai capek menceritakannya. Eh, Rin aku pulang dulu ya. Hehe. Nanti kita sambung lagi yaaa."
"Hhhh.. aku juga capek mendengarnya, Mbak.." batinku geli.


Akhirnya kamarku pun jadi sepi. Aku merebahkan diri di diatas kasur, menatap langit-langit. Biar ku tebak, minggu depan pasti mbak itu datang lagi dengan cerita yang tidak sebahagia hari ini.